Kotaku OSP 3 Jatim
SHARE :

Sertifikasi Tukang Padat Karya : 20 Tukang digembleng melalui Program KOTAKU

27
08/2020
Kategori : Fic
Komentar : 1 komentar
Author : Admin Web


Sertifikasi Tukang Padat Karya : 20 Tukang digembleng melalui Program KOTAKU

SIDOARJO – Bertempat di pendopo balai Desa Sruni Kecamatan Gedangan, LKM Setia Kawan mengadakan pelatihan dan sertifikasi tukang. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan peningkatan kapasitas masyarakat tahun 2020 yang berkolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, kemarin (18/08).

Pelatihan setifikasi tukang kali ini dilaksanakan sehari dengan jumlah peserta 20 orang. Penyampaian materi dan pelaksanaan praktek diadakan di dua tempat yakni pendopo balai Desa Sruni dan di lokasi pembangunan saluran air RT 16. Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan sertifikasi tukang yakni meningkatkan kualitas SDM dibidang ketrampilan tukang bangunan, menciptakan kesadaran terhadap masyarakat akan pentingnya pelatihan dan sertifikasi dalam meningkatkan keterampilan dan keahlian serta terpenuhinya tenaga tukang bangunan umum yang bersertifikat terampil.

Selain dihadiri 20 tukang sebagai peserta sertifikasi tukang, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Yasin sebagai Ketua Panitia, Dr. Suparno (Kajur Teknik Sipil Unesa), Yudi (Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur), Zainul Arifin (TA FIC OSP 3 Jawa Timur), Tobroni (Sub TA Training), Umi Syarifa (Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya), Abdul Adjis (Koorkot Cluster 03 Sidoarjo) dan seluruh fasilitator Sruni Program KOTAKU.

Zainul Arifin menyampaikan bahwa pelatihan sertifikasi tukang ini sangat penting khususnya bagi pelaku atau pekerja dibidang bangunan. “Kenapa hal ini penting? Karena selama ini banyak ditemukan pekerja atau tukang bangunan belajarnya otodidak atau tembung jare (red: apa kata teman-temannya sesama pekerja)” ujarnya. Sehingga terkadang yang dilakukannya tidak sesuai dengan teknik atau pola yang sebenarnya. Dan hal tersebut akan menghasilkan bangunan yang tidak terukur dan kurang maksimal. “Maka dari itu pelatihan untuk menjawab hal tersebut, agar pekerja tukang bangunan ini memahami secara teori sehingga bisa tranpil dan menguasai bidang pekerjaannya” sambung Zainul Arifin yang memberikan sambutan mewakili OSP 3 Jatim.

“Selain ilmu atau pengalaman yang akan didapatkan dalam kegiatan pelatihan dan sertifikasi tukang ini, peserta juga akan mendapatkan sertifikat keahlian dari Balai Jasa Konstruksi wilayah IV Surabaya. Jika lulus loh ya” sambung Yudi dari Balai Permukiman Wilayah Jatim sambil tertawa. Oleh karena itu peserta harus fokus menyimak paparan yang disampaikan narasumber. Dan peserta sertifikasi tukang akan uji praktek lapang serta mengikuti assessment / penilaian oleh tim assesor Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Jawa Timur. Dari penilaian tersebut akan dijadikan rujukan atas lulus dan tidak lulusnya peserta. Bagi peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi). Yudi juga menambahkan, bahwa kegunaan sertifikat ini juga sangat penting. “Bisa digunakan sebagai bukti otentik ketika ada peluang pekerjaan dibidang pembangunan. Jadi nilai ekonominya juga,” kata pria yang berdomisili di Sidoarjo tersebut.

“Alhamdulillah dengan adanya pelatihan sekarang ini saya mendapatkan ilmu sangat banyak, terutama teknik atau cara mengerjakan bangunan.” Kata Imam Syafi’i salah satu peserta sertifikasi tukang. Imam Syafi’i yang juga warga setempat merasakan manfaat yang luar biasa. Sekarang para peserta lebih faham tentang teknik bangunan. “Tidak hanya secara otodidak, tapi juga tahu ilmunya”, sambung pria yang dari awal sudah menjadi tukang padat karya Program KOTAKU Sidoarjo.

Keterampilan dan sertifkat yang diperoleh oleh tukang juga disyukuri oleh Suwarno selaku tokoh masyarakat Desa Sruni yang selama ini turut membina para tukang. “Sekarang mereka mengusai ilmu dan prakteknya.” katanya.  Dan yang tak kalah pentingnya, sekarang mereka menjadi tukang yang berbeda dengan tukang yang lain. Kalau tukang yang lain pada umumnya hanya sebatas statusnya tukang saja tapi tidak bersertifikat. “Sekarang mereka tukang dengan statusnya yang bersertifikat. Semoga akan menjadikan para tukang mendapatkan order dan rejeki melimpah,” harap dan doa pensiunan TNI tersebut.

Secara keseluruhan Sertifikasi Tukang yang dilaksanakan di Desa Sruni berjalan dengan baik. Dan yang penting, dilaksanakan dengan memenuhi standard protokol kesehatan di masa pandemi Covid 19. Peserta mendapatkan APD lengkap, mulai dari helm, rompi, sarung tangan, sepatu booth dan masker serta field shield. “Bahkan semua peserta mengikuti rapid test,” jelas Diane (Senior Fasilitator KOTAKU Sidoarjo). Rapid test tersebut untuk memastikan pelaksanaan Sertifikasi Tukang aman dari kemungkinan penularan Covid 19. “Insha Allah aman,” imbuh perempuan yang berpengalaman mendampingi tukang dalam program padat karya KOTAKU tersebut. (Ditulis bersama Tim BPM Sruni Sidoarjo. Editor Yazid – Askot KK dan Agustin – Tim Jurnalistik Korkot Sidoarjo)

Berita Lainnya



1 komentar

Abdul Adjis

Friday, 28 Aug 2020

mantabz….barokallah

Reply

Tinggalkan Komentar