Kotaku OSP 3 Jatim
SHARE :

Peneliti UNESA berkolaborasi dengan Tim Korkot Sidoarjo

13
06/2020
Kategori : Fic
Komentar : 1 komentar
Author : Admin Web


Peneliti UNESA berkolaborasi dengan Tim Korkot Sidoarjo

Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kota Zona Merah Covid 19 di Provinsi Jawa Timur. Bahkan tertinggi nomer 2 setelah Kota Surabaya. Sampai tulisan ini di susun, sudah ada 413 yang terkonfimasi positif, 347 PDP, 986 ODP dan 40 meninggal dunia. Segala upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Baik yang bersifat kuratif dan preventif. Tidak hanya Pemerintah Kabupaten yang berjibaku melawan pandemi Covid 19, masyarakat juga tidak tinggal diam.
Salah satu bagian dari masyarakat yang juga ambil bagian melawan Covid 19 yaitu Program KOTAKU Kabupaten Sidoarjo dan Civitas Akademika dari Perguruan Tinggi, yaitu Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Selama 2 Minggu selama bulan April KOTAKU Kab. Sidoarjo berkolaborasi dengan Tim peneliti dan pengabdian masyarakat UNESA. Setiap hari mereka melakukan edukasi, membagikan APD, sembako dan nutrisi di lingkungan permukiman di Kabupaten Sidoarjo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Edukasi yang dilakukan yaitu tentang pentingnya hidup sehat, cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, dan menjaga jarak (sosial distancing). “Ayo anak-anak cuci tangan dulu dan jangan lupa menggunaka masker,” pandu Bu Sidik salah satu pengurus PKK yang turut membantu mengedukasi anak-anak di lingkungan permukiman tersebut. Edukasi tidak hanya dilakukan kepada anak-anak, tetapi juga kepada orang dewasa agar membiasakan hidup sehat serta cuci tangan pakai sabun. Selain menghimbau secara verbal, Tim KOTAKU dan Civitas Akademika juga mengedukasi melalui media sosialisasi lain seperti x-Banner.
Kolaborasi tersebut tidak hanya dalam bentuk edukasi atau himbauan, tetapi juga membagikan masker dan handsanitizer. “Seluruh warga yang hadir di sini akan mendapatkan handsanitizer dan masker” terang Adjis Korkot KOTAKU Sidoarjo. Setiap hari selama 2 minggu tersebut, warga secara bergantian berkumpul di Fasum permukiman dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. (ctt: Open Door, kecuali jika hujan dipindah ke salah satu rumah warga). Warga yang baru datang dihimbau untuk cuci tangan menggunakan sabun dengan fasilitas yang sudah disediakan. Selanjutnya, bagi warga yang tidak memakai masker akan diberikan masker. Setiap warga harus mengisi daftar hadir dan mendapatkan snack dari panitia (makanan dan minuman ringan). Lalu bergantian minum segelas campuran Nano Gold dan Nano Silver yang disediakan oleh Tim Peneliti UNESA. “Selain itu, kami juga membagikan 2 kali beras masing-masing 5 kg.” imbuh Rusmini salah satu personil dari UNESA.
Total yang dibagikan dalam kolaborasi tersebut ada 1000 snack, 124 masker, 150 botol handsanitizer, 515 kg beras, dan 300 liter Nano Gold dengan penerima manfaat kurang lebih 250 warga (mayoritas di Desa Sidokepung). “Yang dibagikan tersebut, sebagian besar dari Tim UNESA.” Jelas Adjis sambil menerangkan swadaya dari Tim Korkot KOTAKU sebagian kecilnya.

Melawan Covid dengan Nano Gold dan Nano Silver
Aksi sosial melawan Covid yang dilakukan oleh Tim Peneliti UNESA tersebut berbeda dengan aksi yang lain. Bersama KOTAKU Sidoarjo, mereka tidak hanya membagikan Masker, Handsanitizer dan Sembako. Tapi mereka juga membagikan minuman kesehatan Nano Gold dan Nano Silver dalam bentuk cairan. Mula-mula warga di lingkungan permukiman Surya Asri Desa Sidokepung, mendapatkan sosialisasi tentang kegiatan tersebut termasuk undangan setiap hari untuk berkumpul secara bergilir di FaSum permukiman. Sebelum diberi minuman Nano Gold, warga di data kondisi kesehatannya, mulai hari pertama hingga hari terakhir. Hal tersebut untuk memonitoring perkembangan kesehatan warga yang meminum Nano Gold.
Tim Peneliti Unesa yang terdiri Prof. Dr. Titik Taufikurahmah M.SI., Prof. Dr. Djodjok Soepardjo M.Litt., dan Rusmini, S.Pd, M.Si menjelaskan campuran Nano Gold dan Nano Silver ketika digunakan secara bersamaan maka Nano Silver akan menghambat bahkan mematikan mikroorganisme infeksius seperti bakteri, jamur dan virus. Kemudian Nano Gold yang berfungsi sebagai antioksidan akan mampu meningkatkan imunitas seseorang dan akan memulihkan luka-luka pada organ yang mengalami kerusakan akibat dari serangan dari mikroorganisme tersebut.
Coronavirus sebenarnya bersifat seperti virus pada umumnya yaitu strukturnya hanya meliputi kepala dan ekor. Di dalam kepala virus terdapat DNA/RNA, yang berperan sebagai material genetik. Sedangkan pada ekor tersusun atas selubung ekor dan serabut ekor. Serabut ekor berpesan sebagai penerima rangsang (reseptor). Selubung ekor berfungsi untuk menginfeksi dan menghancurkan lapisan kulit bakteri atau sel supaya bisa memasukkan RNA/DNA kepada sel inang untuk berkembangbiak. Dengan senyawa penyusun berupa asam nukleat (DNA dan RNA), karbohidrat, lemak dan protein.
Ketika seseorang positif corona maka akan mengalami kerusakan pada paru-paru bahkan virus dapat merusak oragan dalam tubuh yang lain.

Dengan pemberian Nano Gold maka paru-paru yang telah dirusak oleh corona akan kembali tumbuh sel-sel baru sehingga proses penyembuhan paru-paru akan semakin cepat. Selain itu sebagai senyawa antioksidan maka imunitas pasien positif coron akan meningkat dan memicu pertahanan tubuh terhadap serangan virus corona.
“Alhamdulillah, kami juga membantu warga yang terpapar Covid 19 dari cluster salah satu pabrik rokok di Surabaya,” kata Guru Besar perempuan dari UNESA tersebut. Dosen MIPA ini bersyukur karena penelitiannya tentang Nano Gold sejak Disertasi Doktoral dan penelitian tentang Nano Silver sebagai pengembangan keilmuan pasca Doktoral sudah menampakan hasil dan manfaat untuk masyarakat luas (Adj)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Abd. Adjis / Korkot Sidoarjo)

Berita Lainnya



1 komentar

Abdul Adjis

Monday, 29 Jun 2020

semoga sehat semua….

Reply

Tinggalkan Komentar