Kotaku OSP 3 Jatim
SHARE :

Kumuh dalam Kawasan

13
06/2020
Kategori : Fic
Komentar : 1 komentar
Author : Admin Web


Kumuh dalam Kawasan

Program KOTAKU Merupakan salah satu strategi Dirjen Cipta Karya Kementerian PU untuk mempercepat penanganan Kumuh. Membangun platform kolaborasi melalui peningkatan peran pemda dan partisipasi masyarakat adalah strategi utama untuk penanganan kumuh.

Kawasan kumuh menggambarkan masalah infrastruktur yang meliputi hunian, jalan, saluran, Air limbah, Air minum, Persampahan, Bahaya kebakaran, dan Ruang terbuka Publik yang ada di sebuah kawasan tertentu. Adanya kompleksitas masalah ini di sebuah kawasan harus menjadi prioritas penanganan.

Perlu diketahui, syarat wajib pekerjaan infrastruktur di program KOTAKU bukan berbasis usulan-usulan. Tetapi masalah terbanyak dari 7+1 indikator kumuh hasil identifikasi yang dilakukan oleh masyarakat. Tentu mempertimbangkan skor kumuh.

Pasti, di antara 7+1 indikator masalah itu ada di setiap kelurahan/desa. Tapi, kompleksitas masalah terbanyak harus menjadi prioritas penanganan. Katakanlah di RT 1, masalah infrastruktur terbanyak adalah Hunian, Jalan, Saluran, MCK dan Sampah. Sedangkan, RT 2 hanya memiliki masalah Jalan. Maka, RT 1 harus menjadi prioritas utama. Lebih luas lagi tingkat RW, Kelurahan, Kecamatan, maupun Kabupaten/Kota.

Masyarakat masih banyak yang belum memahami ketentuan kumuh dalam kawasan ini. Sehingga, usulan-usulan kegiatan infrastruktur masih menjadi perdebatan. Pemahaman ini harus selalu di kabarkan secara terus menerus oleh pelaku program. Sehingga, menjadi satu visi dalam pembangunan.

Berdasarkan kompleksitas masalah itulah muncul prioritas kegiatan-kegiatan pembangunan infrastruktur.  Hasilnya, pembangunan lingkungan tepat sasaran dan sesuai masalah utama di kawasan tertentu.

Itulah yang dilakukan program KOTAKU dalam penanganan kumuh. Identifikasi masalah – deliniasi kumuh – rencana aksi kegiatan infrastruktur. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat di kelurahan Pejagan Kab. Bangkalan. Proses panjang telah dilakukan sebelum pembangunan dikerjakan.

Melalui Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Karya Mandiri dan Pemerintah Kel. Pejagan Kab. Bangkalan, Masyarakat sudah melalui tahapan Review Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP), survey lokasi kumuh, hingga muncul deliniasi baru dan prioritas pembangunan sebelum muncul kegiatan. Masalah utama di kel. Pejagan adalah Jalan lingkungan dan Saluran.

Tak kalah penting, penguatan kelembagaan LKM. LKM merupakan representasi Masyarakat yang mendapat amanah sebagai pemegang kebijakan. Sejumlah orang yang duduk di LKM memiliki peran penting dalam pembangunan Kel/Desa. LKM Sebagai Lembaga Masyarakat, diharapkan dapat menjadi motor penggerak Masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam penanganan maupun pencegahan kumuh

Partisipasi Masyarakat adalah kunci utama pembangunan, khususnya di Program KOTAKU. Harapannya, melalui program KOTAKU, Masyarakat dapat belajar mengidentifikasi kumuh, membuat dokumen perencanaan, dan membangun kolaborasi.

Afdolu Nasikin

Askot Mandiri Kab. Bangkalan

Berita Lainnya



1 komentar

program kotaku kota bima

Friday, 19 Jun 2020

sepakat.. penanganan kumuh dapat berhasil dengan peran aktif pemda dan masyarakat

Reply

Tinggalkan Komentar