Kotaku OSP 3 Jatim
SHARE :

ADA HAK ORANG MADURA DALAM PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU)

30
07/2020
Kategori : Fic
Komentar : 0 komentar
Author : Admin Web


ADA HAK ORANG MADURA DALAM PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU)

Kegiatan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kab Bangkalan di tandai dengan peletakan Batu Pertama’ yang dilaksanakan di Pantai Biru Desa Telaga Biru Kec Tanjung Bumi Kab Bangkalan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Syaifudin Asmoro (Anggota Komisi V DPR RI), M.Mohni MM (Wakil Bupati Bangkalan), Rekyan Puruhita Sari (PPK Wilayah I BPPW Jawa Timur).

Dalam kesempatan sambutan Pak Syaifudin,menyampaikan bahwa selama ini alokasi APBN ke Pulau Madura sangat minim.Padahal menurut data BPS jumlah orang Madura di seluruh Indonesia sekitar 20 juta.Artinya tidak kurang 7-8 persen penduduk Indonesia adalah suku Madura.
“Selaku wakil masyarakat Madura di Senayan saya punya kewajiban memperjuangkan dan menyampaikan aspirasi agar alokasi anggaran APBN ke pulau Madura.Karena ada hak orang Madura utk menikmati pembangunan.Termasuk pembangunan infrastruktur melalui program KOTAKU. Seharusnya 7 sampai 8 persen alokasi APBN masuk ke pulau Madura” ungkap Syaifudin Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Madura.

Sebagai mana diketahui bahwa program KOTAKU merupakan program pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat dibawah naungan Direktorat jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR.Program ini dilakukan dikawasan permukiman kumuh dengan orientasi peningkatan kwalitas permukiman menjadi kawasan yang layak huni dan berkelanjutan.
Pada tahun 2020 ini Kabupaten Bangkalan mendapatkan alokasi 7 Milyar yang bersumber dari APBN. Dana tersebut dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur permukiman di 7 Desa/ Kelurahan di Kabupaten Bangkalan yaitu Desa Telaga Biru, Tanjung Bumi, Pasese, Klampis Barat, Kamal, Tonjung, dan Kelurahan Pejagan.
” Alhamdulillah tahun 2020 ini Kab Bangkalan dapat alokasi 7 Milyar utk 7 Desa. Tahun 2019 yang lalu Kab Bangkalan tdk mendapatkan alokasi BPM KOTAKU.Tetapi setelah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kementerian PUPR, Alhamdulillah tahun 2020 ini kita mendapatkan alokasi 7 Milyar utk 7 Desa/Kelurahan di Kabupaten Bangkalan.Kerena memang utk mendapatkan alokasi BPM KOTAKU harus memenuhi kriteria kekumuhan dan masuk SK Kumuh Bupati. Apabila desa lain ingin diperjuangkan dapat alokasi BPM KOTAKU harus memenuhi kriteria tersebut”. Lanjutan Pak Syaifudin.
Spirit program KOTAKU adalah pemberdayaan masyarakat dan padat karya. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan monitoring pembangunan melibatkan peran serta dan partisipasi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama Rekyan Puruhita Sari, PPK Wilayah I BPPW Jawa Timur menyampaikan harapan agar pelaksanaan program KOTAKU di Kabupaten Bangkalan bisa berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat.
” Semangat pelaksanaan kotaku 2020 adalah pemberdayaan masyarakat dan padat karya. Melalui kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman kita berharap bisa bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menarik tenaga kerja dr masyarakat sekitar. Kami dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, melalui tenaga pendamping dilapangan akan terus berusaha mengawal pelaksanaan program sehingga bisa berjalan optimal dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Bangkalan”. Tandasnya.

 

 

ZAINUL ARIPIN (SUHENG)/ TA FIC OSP 3 JATIM

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar