Kotaku OSP 3 Jatim
SHARE :

“Romantisisasi” Kemiskinan

24
06/2020
Kategori : Berita
Komentar : 0 komentar
Author : Admin Web


“Romantisisasi” Kemiskinan

Banaran merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Nganjuk yang mendapat Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) tahun 2020, karena tingkat kekumuhan yang tinggi. Banaran adalah satu-satunya kelurahan yang ada di Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Meskipun wilayahnya kecil, kelurahan Banaran dikenal dengan pusat perbelanjaan karena memiliki pusat pasar besar. Pasar yang berada di Kelurahan Banaran merupakan pasar Kecamatan Kertosono

Kebetulan hari ini kamis (18/06/2020) ada kegiatan monitoring dan evaluasi dari Tim Satker Jatim dan OSP-3 Jatim ke Kelurahan Banaran,  saya dan teman-teman Askot yang lain ikut blusukan di lokasi kumuh kegiatan pelaksanaan BPM yang  akan dilaksanakan tahun ini. Blusukan ke lokasi BPM bisa melepas lelah dan kepenatan

Syahdan, dengan ikut blusukan ke lokasi BPM menggugah energi positif dan menjadi media refresing karena bisa melihat langsung lokasi BPM dan bisa menyapa warga di sekitar lokasi BPM

Kami berangkat jam 08.00 WIB  dari kantor Koorkot Jombang dan sampai jam 10.00  di Kelurahan Banaran. Tak terasa sudah siang sampai di Banaran. Sesampainya di sana, kegiatan dimulai dulu serimonial dan ijin dengan pihak kelurahan di balai kelurahan Banaran. Selanjutnya dilakukan kegiatan blusukan, di RW 5, 10, 4 lokasi kegiatan BPM. Tidak mengenal panas yang menyengat, kita terus berjalan sembari berdiskusi dengan KSM kelompok pelaksana kegiatan.

Lokasinya sangat kumuh, kebetulan berada di belakang pasar. Gang sempit kami lewati untuk memastikan pelaksanaan kegiatan BPM nantinya benar-benar bisa menyelesaikan masalah kumuh. Sepanjang gang sempit, berderet rumah penduduk, samar  tercium bau selokan yang menyengat saya melihat dengan syahdu, aura masyarakat yang penuh gelak tawa  di tengah kemiskinan dan suasana kekumuhan. Tidak peduli siapa yang lewat, senyum mereka serasa menyambut gembira. Saya melihat, permukiman kumuh tidak dipandang mereka sebagai sesuatu yang bermasalah. Kemiskinan telah menjadi sahabat sejati sepanjang hidupnya dan baik –baik saja. lebih tepatnya saya melihatnya sebagai sesuatu yang normal dan begitu adanya. Bahkan bisa menggambarkan suatu keromantisan di dalamnya. Entah apa yang ada dalam pikiran saya, dengan keromantisan itu. Benarkah keromantisan yang hakiki atau keterpaksan. Sangat sulit menaksir perasaan mereka. Adalah sesuatu yang salah apabila itu adalah keromantisan yang wajar.

Setelah selesai blusukan, ditempat itu juga Yudiana selaku Tim satker menyampaikan bahwa permasalahan kumuh yang ada di Banaran sangatlah kompleks. Lokasi di sekitar pasar, yang sangat padat dan rumit. Butuh kehati-hatian dan kecermatan yang betul dalam memulai aksi pembangunan di lokasi tersebut. Jangan sampai sia-sia dana BPM yang ada, dan tidak menyelesaikan masalah.

Tanpa terasa matahari semakin berajak pergi,  kami untuk memutuskan untuk  pulang dengan meninggalkan jejak pemikiran yang bergelayut  dan harus diselesaikan. Apakah perkampungan kumuh bisa menjadi kekuatan ekonomi atau hanya keromantisan kemiskinan yang sejenak.

Ellyn C.P (Askot MK Cluster 02)

Berita Lainnya

24
06/2020
“Romantisisasi” Kemiskinan
Author : Admin Web
24
06/2020
23
06/2020
KOTAKU, Masyarakat Harus Tahu
Author : Admin Web
15
06/2020


Tinggalkan Komentar