Kotaku OSP 3 Jatim
SHARE :

Kacang Telur yang Terus Menelurkan Keuntungan : KSM Produktif di Desa Jogosatru

13
06/2020
Kategori : Berita
Komentar : 1 komentar
Author : Admin Web


Kacang Telur yang Terus Menelurkan Keuntungan :  KSM Produktif di Desa Jogosatru

LKM Jujur Makmur Desa Jogosatru Kecamatan Sukodono, adalah salah satu dari 289 BKM/LKM Desa Kelurahan dampingan program KOTAKU di Kabupaten Sidoarjo. LKM tersebut berdiri pada tahun 2009. Pada rentang usia lebih 10 tahun hingga sekarang, masih menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga yang ikut berkontribusi melalui pemberdayaan masyarakat denga konsep TriDayannya, yaitu di bidang infrastruktur, ekonomi dan sosial.

Di bidang Lingkungan atau Infrastruktur misalnya, LKM Jujur Makmur ini terus membangun infrastruktur lingkungan yang ada di desa,  meskipun sudah tidak ada support pendanaan dari pemerintah pusat sejak 2015. Tetapi mereka tetap eksis turut andil dalam pembangunan dengan menggunakan sumber pendanaan dari Laba UPK (Unit Pengelola Keuangan) khususnya untuk alokasi lingkungan. Selain dari laba UPK, LKM juga mendapat kepercayaan dari Pemerintah Desa. Kepercayaan tersebut terwujud dalam pembangunan di Desa yang selelu melibatkan relawan-relawan KOTAKU. “Kolaborasi di Jogosatru antara LKM dengan Pemerintah Desa dan sumber lainnya berjalan dengan baik,” Kata Yazid, Askot Kelembagaan dan Kolaborasi Program KOTAKU Kabupaten Sidoarjo.

Sedangkan Tridaya di  bidang sosial (produktif),  LKM Jujur Makmur ini mempunyai unit usaha yang dikelola KSM (Kelompok Sosial Masyarakat). KSM tersebut yaitu KSM Maju Jaya yang memproduksi kacang telur. Produksinya sampai saat ini  dapat bertahan dan  bahkan berkembang.

Keberadaan, perkembangan serta produktifikas usaha kacang telur tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat Desa Jogosatru. Misalnya terkait dengan serapan tenaga kerja. Walaupun termasuk kategori usaha mikro, KSM Maju Jaya dapat mempekerjakan 15 karyawan

“Alhamdulillah bisa membantu perekonomi rumah tangga warga sekitar” jelas Ainur Rofik (koordinat LKM Jujur Makmur) penuh Bangga. Pria asli Sidoarjo tersebut juga menjelaskan bahwa semua tenaga kerja yang terlibat adalah ibu-ibu rumah tangga. Hal ini menujukkan bahwa produktifitas perempuan juga tidak kalah dengan pria. “Keadilan gender tidak hanya diretorikakan, tapi juga dipraktekkan,” celetuk Rofik dengan tegas.

Usaha yang memproduksi kacang telur bermula dari pelatihan yang dilaksanakan melalui Program KOTAKU. Ada sekelompok ibu-ibu yang dibekali pelatihan ketrampilan. Sementara di sisi lain. Moment pelatihan tersebut bertepatan dengan semakin dekatnya dengan moment bulan ramadhan dan syawal (Hari Raya Idul Fitri). Sehingga, makanan ringan jenis kacang telur, termasuk makanan ringan yang banyak dicari masyarakat.

Dua moment tersebut yang menyemangati ibu-ibu untuk menindaklanjuti pelatihan dengan usaha produksi kacang telur dalam kemasan. “Rasanya gurih loh, dan bergizi tentunya” kata Dini konsumen yang pernah membeli 10 bungkus.

Kacang Telur Desa Jogosatru di produksi di unit usaha RT 001 RW 001 yang difasilitasi oleh oleh LKM Jujur Makmur dan Pemerintah Desa/ Dimulai sejak tahun 2018 bersamaan dengan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Program KOTAKU.

Usaha produksi kacang telur oleh KSM Maju Jaya tesebut semula bermodal  Rp. 1.000.000, (satu juta rupiah). Dan sampai saat ini sudah berkembang menjadi puluhan juta rupiah. “Saya ikut bangga,” kata Yazid konsultan Program KOTAKU yang pernah mendampingi Desa Jogosatru. Target dari KSM, tahun depan sudah mencapai ratusan juta.

Untuk mengembangkan usaha KSM produktif seperti KSM Maju Jaya di Desa Jogosatru Kecamatan Sukodono perlu kolaborasi dengan banyak pihak. Misalnya dengan pemerintah daerah, terutama OPD yang terkait dengan pengembangan usaha kecil. Selain itu juga bisa memanfaatkan CSR perusahaan seperti Bank Pemerintah. Atau bisa memanfaatkan potensi internal LKM. “Potensi internal LKM yang bisa dimanfaatkan yaitu pengembangan modal dari UPK dan peningkatan kapasitas juga melalui alokasi laba UPK,” jelas Halim Askot Livelihood KOTAKU Sidoarjo. Lebih lanjut, pria asli Bawean tersebut memberikan masukan, agar KSM mengembangkan minimal 3 hal. Yang pertama tentang kualitas produksi. Kualitas kacang telur harus konstan bahkan perlu ditingkatkan. Kualitas produksi tersebut dapat dipastikan melalui standard produksi yang disertifikasi oleh lembaga yang ada misalnya oleh Dinas UMKM atau prosedur IRT.nya dipenuhi. Kedua, penguatan kemampuan bisnis dan pengeleloaan keuangan. “Banyak usaha mikro yang bisa memproduksi dengan kualitas bagus, tapi usahanya tidak berkembang karena tidak paham bisnis dan tidak bisa mengelola keuangan usahanya,” tambah Halim menyampaikan teorinya. Masukan terakhir dari Halim yang kini berdomisili di Jombang tersebut tentang strategi pemasaran. Pemanfaatan teknologi IT dan Medsos dalam mengakselerasi pemasaran produk KSM. “Ya sekarang eranya IT dan MedSos,” tambah Adjis kolega Halim di Tim Korkot Sidoarjo. (Adj)

(Abd. Adjis / Korkot Sidoarjo)

Berita Lainnya

24
06/2020
“Romantisisasi” Kemiskinan
Author : Admin Web
24
06/2020
23
06/2020
KOTAKU, Masyarakat Harus Tahu
Author : Admin Web
15
06/2020


1 komentar

Abdul Adjis

Saturday, 13 Jun 2020

mantab jogosatru

Reply

Tinggalkan Komentar